Kamis, 10 Maret 2016

Leave Love

Perempuan itu duduk termenung didekat sebuah jendela direstoran itu, ia sendirian dan dari wajahnya tampak jika ia sedang sedih. Perempuan itu sama sepertiku hanya sendiri menantikan sesuatu yang takkan kembali, menantikan hal yang sia-sia.

Perempuan itu memandang pepohonan dengan tatapan kosong, saat aku memperhatikannya aku melihat air matanya jatuh dan dalam diam ia menghapusnya. Aku mungkin lebih tegar dari perempuan itu, aku tak pernah memperlihatkan perasaanku yang sesungguhnya terhadap siapapun, mereka hanya tau aku anak manja yang selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan.

Setelah hampir satu jam perempuan itu duduk disana ia pergi setelah membayar bill . Ia mengendarai sepeda motor matic dari raut wajahnya ia menyimpan banyak kenangan di restorant itu. Sebelum ia pergi ia melihat kembali meja tempat dimana ia makan sebelumnya. Aku seperti dapat merasakan apa yang ia rasakan saat itu.

Saat ini aku juga tengah rapuh ditelan oleh kenangan masa lalu yang begitu indah di kota ini. Besok pagi aku harus meninggalkan kota dan negara yang memberiku sejuta kenangan indah bersamamu. Aku harus kembali ke kota kelahiranku Palembang, Indonesia. Mungkin aku takkan lagi mau menerima tawaran dari bosku untuk dipindahkan ke kota ini. Aku lebih memilih melupakanmu dan meninggalkanmu bersama kenanganku disini di Australia.

Selamat Tinggal..
Kamu adalah yang membuat aku bisa bertahan di negara ini.
Kamu adalah yang dapat membuatku berhenti menangis karna merindukan rumah.
Kamu segalanya untuk hingga saat ini.
Terimakasih untuk cinta dan kasih sayangmu slama ini..

My Lovely Boy,,,..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar